Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang kembali mempertemukan kita dengan bulan yang dirindukan, bulan yang diibaratkan para ulama sebagai taman surga di bumi. Tahun 2026 ini, umat Islam di seluruh dunia, dari Masjidil Haram di Makkah hingga pelosok desa di Indonesia, bersiap menyambut hadirnya Ramadhan 1447 Hijriah dengan hati yang bergetar penuh harap.
Ramadhan bukan sekadar pergantian kalender hijriah. Ia adalah undangan langit. Ia adalah panggilan cinta dari Allah kepada hamba-hamba-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an, bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.
Di negeri kita tercinta, Indonesia, gema tarawih mulai terdengar. Anak-anak kecil berlari ke masjid dengan wajah ceria. Para ibu menyiapkan hidangan sahur dengan penuh kasih. Para ayah membersihkan hati, memperbaiki niat, dan bertekad menjadikan Ramadhan tahun ini lebih baik dari sebelumnya.
Ramadhan adalah madrasah ruhani. Ia mengajarkan sabar bagi yang diuji, syukur bagi yang diberi, dan taubat bagi yang pernah khilaf. Dalam kesunyian sahur, kita belajar rendah hati. Dalam lapar dan dahaga, kita belajar empati. Dalam doa menjelang berbuka, kita belajar berharap hanya kepada Allah.
Ramadhan: Momentum Persatuan dan Kedamaian
Pengurus Besar Forum Ulama dan Aktivis Islam (PB Formula) mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan Ramadhan 1447 H sebagai momentum memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.
Di tengah berbagai dinamika kehidupan bangsa, Ramadhan hadir sebagai penyejuk. Ia bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan persatuan. Kita diajak untuk mengurangi perdebatan, memperbanyak doa. Mengurangi amarah, memperbanyak istighfar. Mengurangi prasangka, memperbanyak husnuzan.
Sebagaimana Rasulullah ﷺ mencontohkan, Ramadhan adalah bulan kelembutan. Dakwah dilakukan dengan hikmah, bukan dengan kemarahan. Nasihat disampaikan dengan kasih, bukan dengan caci.
Statement Ketua Umum PB Formula

Tuan Guru Dedi Hermanto
Ketua Umum PB Formula, Tuan Guru Dedi Hermanto, dalam pernyataan resminya menyampaikan pesan penuh makna kepada umat Islam Indonesia:
“Ramadhan 1447 Hijriah adalah hadiah Allah bagi umat ini. Jangan kita sambut dengan rutinitas semata, tetapi dengan hati yang bersih dan niat yang lurus. Mari jadikan bulan suci ini sebagai waktu untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah, dengan sesama manusia, dan dengan bangsa ini.”
Beliau juga menambahkan:
“Kami dari PB Formula mengajak seluruh umat Islam untuk menghidupkan Ramadhan dengan ibadah yang khusyuk, sedekah yang tulus, dan dakwah yang santun. Islam adalah rahmat. Ramadhan adalah rahmat yang dilipatgandakan. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan emas ini.”
Dengan bahasa yang sederhana, beliau menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang membersihkan hati dari iri, dengki, dan kebencian.
“Mari kita jadikan Ramadhan sebagai titik balik. Jika selama ini kita jauh, mari mendekat. Jika selama ini kita lalai, mari bangkit. Jika selama ini kita berbeda, mari bersatu.”
Ramadhan dan Generasi Muda
PB Formula juga menaruh perhatian besar pada generasi muda Islam. Di era digital ini, tantangan semakin kompleks. Namun Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menanamkan nilai-nilai keimanan sejak dini.
Anak-anak dan remaja diajak untuk mencintai masjid, mencintai Al-Qur’an, dan mencintai akhlak mulia. Media sosial hendaknya menjadi sarana dakwah yang santun, bukan tempat menyebar kebencian.
Ramadhan mengajarkan bahwa kekuatan umat bukan pada kerasnya suara, tetapi pada lembutnya akhlak.
Ramadhan Adalah Cermin Hati
Ketika hilal terlihat dan takbir menggema, sesungguhnya yang bersinar bukan hanya bulan di langit, tetapi harapan di dada setiap mukmin.
Ramadhan 1447 H adalah kesempatan yang mungkin tidak semua orang mendapatkannya kembali. Maka sambutlah ia dengan senyum, dengan syukur, dengan sujud yang panjang.
Pengurus Besar Forum Ulama dan Aktivis Islam (PB Formula) mengucapkan:
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 Hijriah / 2026 Masehi.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.










